Percaya atau tidak,
momen Hari Raya Idul Fitri adalah momen paling sedih buat saya selama 5 tahun
terakhir. Ketika semua orang tertawa bahagia bersama keluarga besar mereka
masing-masing, aku harus melewatkan hari indah ini sendirian saja. Tanpa
keluarga kandung, baik kakak (saya anak bungsu dari 3 bersaudara) dan juga
tanpa anak (saya orangtua tunggal dengan 3 orang anak).
Tampilkan postingan dengan label perjalanan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan hidup. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Juli 2014
Senin, 14 Juli 2014
Etika Saat Menginap
Pernah menginap di rumah teman atau kerabat? Pasti pernah
kan :D
.. Saya pernah menginap..pernah juga menjadi tuan rumah.
Dan beberapa hari yang lalu saya merasa kecewa dengan sikap seorang teman yang
menginap di tempat saya. Postingan saya kali ini diilhami dari kekecewaan
terhadap sikap teman saya itu. Sikap tidak menghormati atas kesediaan saya
memberikan ijin kepadanya untuk menginap..
Label:
etika,
hidup,
kecewa,
keluarga,
pengalaman,
perjalanan hidup,
populer,
renungan,
sikap,
warna
Senin, 17 Desember 2012
Dikejar Rampok Gadungan
Satu cerita dari kotak ingatan masa
mahasiswa, milik soulmateku. Lagi. Dia memang jagonya bagi-bagi cerita karena
memang dia lebih banyak berkegiatan. Aku, sedikit lebih pendiam. Tapi banyak
bermain di pikiran dan perasaan…hehe…apaan sih..!
Suatu ketika sepulang kuliah, malem nih,
entah gimana ceritanya, soulmate mesti jalan ngelewatin jembatan penyeberangan
di daerah Grogol. Tau sendiri Jakarta, daerah dengan penduduk paling heterogen
dan potensi kerawanan paling tinggi karena keheterogenan tersebut.
Inti Kehidupan
Dalam beberapa tahun terakhir hidupku,
aku sangat banyak belajar tentang kehidupan. Apa yang selama usia hidupku ngga
bener-bener aku cermati dengan baik. Tentang kesabaran, berbagi, rasa percaya,
kesetiaan, saling mengasihi dan banyak rasa lainnya.
Sebetulnya dalam bagian ini aku agak
sulit menuangkan dalam kata-kata, karena sekat di antaranya sangat tipis
sehingga rasanya bisa saling menembus. Beberapa yang datangnya sering
bersamaan.
Selasa, 06 November 2012
Forgive Means Forget
Ga ada seorangpun
di dunia ini yang mau ngerasain sakit hati ato kecewa. Pastinya... Begitu juga
aku. Tapi tentu ga bisa bilang apa-apa juga kalo kenyataannya itu yang terjadi.
Udah kadung...mo apa lagi..
Cerita ini
adalah satu dari sekian banyak cerita dalam perjalanan hidupku yang berefek
cukup traumatis, bahkan sampe saat tulisan ini di up load. Seperti sebuah
gunung es yang tampak adem ayem karena yang keliatan cuma puncaknya doang.
Padahal kalo dibelek....berdarah-darah bo... Mungkin butuh transfusi sampe 10
kantung darah. Hehehe....becanda duuuiiiingngng...
Caprut
Caprut
adalah seekor kucing kampung. Nama sebenernya bukan itu. Awal ketemu, aku
denger dia dipanggil Benny. Kucing kampung yang dulunya dipiara orang bule.
Badannya besar dan tinggi. Suara miaouwnya...nyaring bener. Bulunya putih
dengan belang coklat di beberapa bagian tubuh.....kepala dan ekor. Tadinya
kupikir Caprut....eh...Benny itu kucing siam karena ukuran badannya yang jumbo.
Ternyata selidik punya selidik Benny udah dikebiri sam si empunya, makanya
badannya jadi bongsor gitu.
Soulmate Itu....
Buatku...soulmate
itu....seseorang yang melengkapi hidup kita. Seorang pasangan jiwa yang membuat
hidup ini menjadi lebih punya arti. Ada yang hilang tanpa kehadiran soulmateku.
Meskipun kadang, saat di dekatku, malah jadi ribut dan berantem karena masalah
yang ga penting....heheheeee.....
Fakta yang Disangkal Wanita
Beberapa wanita sering membohongi dirinya
terutama berkaitan dengan masalah pria dan percintaan. Apa saja sih ?
Bercinta
= Intim
Wanita berpikir bahwa bercinta membuat
hubungan makin intim. Padahal tidak selalu demikian bagi para pria. Jangan
berasumsi bahwa apabila berhubungan intim akan memperkuat hubungan, karena
ikatan batin para pria tidak selalu meningkat seiring aktivitas bercinta. Itu
menurut para ahli lho !
Menyempatkan diri menghabiskan waktu yang
berkualitas di luar kamar tidur justru merupakan cara terbaik memperdalam
kualitas hubungan dengan pasangan. Dan semakin banyak anda memilikinya akan
semakin dalam intensitas hubungan dengan pasangan.
Soulmate untuk Danang
Danang telah beranjak dewasa. Sudah
saatnya ia mencari gadis yang baik untuk dijadikan istri. Tapi sampai saat
ini, ia belum juga berhasil. Bukan suatu hal yang aneh. Ia memang terlalu
mempertimbangkan bibit-bebet-bobot calon istrinya. Maka, saat musim panas mulai
bertiup, Danang melakukan perjalanan ke Yogya. Di tengah perjalanan, Danang
memutuskan untuk beristirahat di sebuah rumah penginapan yang berada di sekitar
Malioboro. Kebetulan ia bertemu dengan teman sekolahnya dulu. Maka Danang tak
segan untuk menceritakan maksud perjalanannya itu. Seperti gayung bersambut, temannya
menyarankan Danang untuk mencoba melamar anak gadis keluarga Prawiro. Menurut
temannya itu, keluarga itu adalah keluarga yang status sosial ekonominya
sederajat dengan Danang. Lagipula, gadis itu sangat cantik dan terpelajar.
Telepon Terakhir
“Dari Prima ?” Tanya Ibu, seolah sambil
lalu padahal di telinga Nayla, suara Ibu terdengar sangat antusias.
“Iya Bu.”
“Di mana dia
sekarang ?”
”Masih di
Kualalumpur.” Nayla pura-pura mengalihkan pandangan matanya ke televisi. Tapi
nampaknya Ibu belum ingin berhenti membahas masalah ini.
”Kapan
pulang ?”
Rabu, 31 Oktober 2012
Capeeeeeee Deeeehhh
Boss bicara
dengan sekretarisnya:
"Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap."
Sekretaris telepon suaminya:
"Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya."
"Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap."
Sekretaris telepon suaminya:
"Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya."
Arti Kesetiaan
Hari ini saya mau berbagi cerita tentang
kesetiaan. Di tengah keprihatinan saya di jaman modern saat ini,
kesetiaan semakin menipis. Banyak orang menyepelekan arti kesetiaan. Tapi
kita akan belajar dari pasangan burung yang bisa menjaga kesetiaannya sampai
maut memisahkan.
Rabu, 10 Oktober 2012
100 Hari
Hari ini
tepat 100 hari atau bulan ketiga Bunda pergi meninggalkan kami. Terasa begitu
banyak cinta dan kasih sayang yang hilang bersama perginya Bunda. Kehampaan
masih menyergapku di lorong-lorong sunyi dan gelap, waktu berjalan terasa
begitu lambat. Aku tertatih-tatih melakukan segalanya sendirian tanpa Bunda.
Di rumah
ini, semua masih belum berubah dan tak akan ada yang berubah. Warna tirai rumah masih warna kesukaan
bunda, lembayung muda dengan hiasan bordir mawar putih. Vas bungan berisi bunga sedap
malam dirangkai dengan daun palem, juga masih tetap sama seperti dulu. Pot-pot
tanaman bonsai, lantana, sanseviera, lili paris ,
mawar, bugenvil, tetap tumbuh subur dalam rawatanku.
Langganan:
Postingan (Atom)












