Tampilkan postingan dengan label sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakit. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

Inti Kehidupan




Dalam beberapa tahun terakhir hidupku, aku sangat banyak belajar tentang kehidupan. Apa yang selama usia hidupku ngga bener-bener aku cermati dengan baik. Tentang kesabaran, berbagi, rasa percaya, kesetiaan, saling mengasihi dan banyak rasa lainnya.

Sebetulnya dalam bagian ini aku agak sulit menuangkan dalam kata-kata, karena sekat di antaranya sangat tipis sehingga rasanya bisa saling menembus. Beberapa yang datangnya sering bersamaan.

Selasa, 06 November 2012

Forgive Means Forget


Ga ada seorangpun di dunia ini yang mau ngerasain sakit hati ato kecewa. Pastinya... Begitu juga aku. Tapi tentu ga bisa bilang apa-apa juga kalo kenyataannya itu yang terjadi. Udah kadung...mo apa lagi..

Cerita ini adalah satu dari sekian banyak cerita dalam perjalanan hidupku yang berefek cukup traumatis, bahkan sampe saat tulisan ini di up load. Seperti sebuah gunung es yang tampak adem ayem karena yang keliatan cuma puncaknya doang. Padahal kalo dibelek....berdarah-darah bo... Mungkin butuh transfusi sampe 10 kantung darah. Hehehe....becanda duuuiiiingngng...

Prescription for a Broken Heart



Semua orang mengalaminya. Rasa sakit karena kehilangan. Rasa pedih akibat penolakan. Kesedihan yang mendalam ketika orang yang dicintai meninggal. Penderitaan yang timbul karena kemiskinan, atau kesepian. Setiap orang pernah merasa sedih, marah, takut, ragu-ragu, dan berdukacita. Semua emosi tersebut merupakan sebuah tenaga yang luar biasa, berasal dari dalam diri setiap orang.

Telepon Terakhir



“Dari Prima ?” Tanya Ibu, seolah sambil lalu padahal di telinga Nayla, suara Ibu terdengar sangat antusias.
“Iya Bu.”
“Di mana dia sekarang ?”
”Masih di Kualalumpur.” Nayla pura-pura mengalihkan pandangan matanya ke televisi. Tapi nampaknya Ibu belum ingin berhenti membahas masalah ini.
”Kapan pulang ?”

Kamis, 01 November 2012

Hati Buat Andi


Matahari sudah cukup tinggi ketika Alea sampai di rumah sakit tempat Andi dirawat. Hampir tiga hari yang lalu Alea baru saja menjalani operasi pengangkatan sebagian hatinya untuk dicangkokkan ke hati Andi yang mengalami pengerutan.

Kenapa Alea nekad memberikan hatinya untuk Andi, laki-laki yang sudah meninggalkannya tanpa perasaan bertahun yang lalu ? Alea sendiri tidak mengerti kenapa. Yang Alea tahu, ia hanya ingin memberikan sesuatu yang berarti untuk laki-laki yang dicintainya itu. Alea tidak perduli pada luka di perasaannya, asalkan Andi bisa sembuh dan mendapatkan kebahagiaannya. Dan yang Alea tahu, dia tidak pernah ingin memiliki cinta Andi lagi.

Rabu, 31 Oktober 2012

Bangsal Gepeng Buat Praktek Ko-Ass



Suatu malam, ketika aku dan soulmate melintas di depan sebuah rumah sakit di daerah Jakarta Timur, tiba-tiba aku iseng nanya apakah di setiap rumah sakit pasti angker ? Karena, logikanya kan di rumah sakit itu pasti banyak orang yang meninggal tiap hari.. Ya karena kecelakaan, sakit, melahirkan....macem-macemlah. Namanya juga rumah sakit.